Sambut Presiden Baru, Amien Rais: Tidak Boleh Ada yang Didiskriminasi

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengkritik pemerintahan yang dinilai melakukan demokrasi diskriminatif. Mengenai Presiden baru, Amien menyarankan untuk mengetahui masalah terbesar dari bangsa ini.

Pernyataan Amien disampaikan lewat beberapa video yang ia posting pada akun Instagramnya @amienraisofficial, pada (22/6).

“Kalau ada presiden baru nanti, itu dia perlu mengetahui, masalah terbesar dari bangsa kita ini. Sekaligus juga menunjukkan jalan keluarnya. Nah, masalah yang paling besar, saya kira adalah praktek demokrasi kita ini, yang tergolong demokrasi diskriminatif,” kata Amien.

Amien berbicara soal diskriminasi politik, diskriminasi hukum, diskriminasi ekonomi, diskriminasi sosial, hingga diskriminasi agama.

Amien menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi, ia pun menilai saat ini tengah terjadi fenomena ‘a state above a state’.

“Jadi tidak boleh ada yang didiskriminasi dan menurut saya juga ini penyakit yang kemarin itu, sampai sekarang ini adalah, ada fenomena A STATE ABOVE A STATE,” sambungnya.

Amien juga menyinggung pelanggaran dalam proyek Meikarta, reklamasi Teluk Jakarta dan Freeport.

“Negara di atas negara! Bukan negara di dalam negara, tapi negara di atas negara! Lihat misalnya Meikarta. Meikarta itu, izin belum beres, tapi seolah-olah pasti dapat sekian puluh ribu hektar, kemudian digasak semuanya. Sekarang mangkrak. Ini luar biasa!,” ucap Amien.

“Ini penghinaan pada akal sehat. Juga lihat Reklamasi Teluk Jakarta. Izin belum jelas, 17 pulau palsu mau dibuat,Sekarang mangkrak. Dengan melanggar Undang-Undang,melanggar juga nurani kebangsaan,” sambung Amien.

“Lihat juga misalnya Freeport-McMoran, ini sebuah korporasi besar, ugal-ugalan, menjarah dan merampok yang dimiliki oleh Papua,di tanah air kita ini,” tambahnya.

“Dan ini sebuah korporasi yang luar biasa, maaf biadab, Jadi tailing (limbah sisa tambang): pasir buangan dari Freeport itu,dihitung oleh JATAM, Jaringan Advokasi Tambang, kalau tailing ini dipindah ke Jakarta,yang luasnya 661 km persegi, maka permukaan Jakarta menjadi lebih tinggi 5 meter. Bayangkan ya. Nah ini tidak boleh lagi, negara di atas negara” Papar Amien.

Amien mengajak untuk meninggalkan demokrasi diskriminatif dalam berbagai bidang dan menuju demokrasi inklutif.

“Jadi mari kita mulai pasang kuda-kuda,Kita ucapkan selamat tinggal, goodbye, ma’assalama,kepada demokrasi diskriminatif dalam berbagai bidang,Kemudian menuju Demokrasi Inklusif. Dan kita akhiri fenomena negara diatas negara!Selamat tinggal. Kemudian kita pulihkan kedaulatan ekonomi kita,” tegas Amien.

Terakhir, Amien menganjurkan pendukungnya bersiap menyambut presiden baru siapapun itu nanti.

“Insya Allah semoga kita bisa merekonstruksi lagi negeri kita ini. Dengan Presiden baru mendatang. Entah siapapun, tapi itulah anjuran Saya,” ucapnya.

Sumber:Akurat