Terkuak! Ada Kesalahan di Penghitungan Suara Ballon d’Or 2018, “Menurut” Lasana Liburd

Hegemoni dua mega bintang sepakbola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah resmi dipatahkan, Selasa (5/12/2018) dini hari. Adalah Luka Modric yang berhasil merusak duopoli itu setelah merebut Ballon d’Or 2018.

Sebelumnya, gelandang timnas Kroasia dan Real Madrid itu juga sudah meraih Pemain Terbaik 2018 versi FIFA, dan merebut Golden Ball di turnamen Piala Dunia 2018 silam.

Banyak pihak yang mengklaim, setiap tahunnya pasti ada kesalahan dalam perhitungan suara pemenang Ballon d’Or. Dan di edisi 2018 ini, kesalahan itu kembali terjadi.

Lasana Liburd, seorang jurnalis asal negara Trinidad Tobago yang mengungkapkan kesalahan itu.

Ia menuding, panitia Ballon d’Or 2018 melakukan kesalahan dalam pencatatan perhitungan urutan pemain yang dipilihnya. Jika berdasarkan slip suara resmi panitia Ballon d’Or, Liburd tercatat memberi vote dengan urutan Antoine Griezmann, Moh Salah, Ronaldo, dan Modric, kemudian Messi di urutan kelima.

Namun, Liburd mengaku dia tidak memberi suara sesuai urutan yang dibacakan oleh panitia penghargaan prestisius itu. Liburd yang bekerja di media Wired868.com lantas menuliskan urutan pilihannya di akun Twitter pribadinya dan menuding suaranya sudah dihitung dengan cara tidak benar.

“Saya ingin melakukan koreksi terhadap panitia pemilihan Pemain terbaik tahun ini. Seharusnya mereka menghitung suara saya dalam urutan yang benar: Messi, Modric, Ronaldo, Salah, Griezmann.”

“Saya sudah bertahun-tahun melakukan vote untuk penghargaan bergengsi ini, tapi tidak tahu apa yang salah, dan saya memiliki bukti catatan suara saya.” tulisnya di akun twitter @lasanaliburd.